Mengapa Dosen Terlihat Mempersulit Mahasiswa?

Mengapa Dosen Terlihat Mempersulit Mahasiswa?
Dalam perjalanan menempuh pendidikan tinggi, banyak mahasiswa yang merasakan bahwa dosen sering kali membuat mereka kesulitan, baik dalam penilaian, pembagian tugas, maupun aspek komunikasi. Namun, apakah benar bahwa dosen dengan sengaja ingin menyulitkan mahasiswa?
Mari kita gali lebih dalam beberapa faktor yang sering kali mendasari persepsi ini.
1. Tuntutan Akademik yang Tinggi
Dosen memiliki tanggung jawab untuk menjamin mahasiswa mendapatkan pendidikan yang berkualitas sesuai dengan standar akademis. Dalam prosesnya, mereka sering memberikan tantangan yang mungkin dianggap sulit oleh mahasiswa. Tujuan dari tantangan ini adalah untuk mengasah kemampuan kritis, analitis, dan kemandirian mahasiswa, sehingga mereka lebih siap menghadapi dunia kerja dan tantangan kehidupan setelah lulus.
2. Perbedaan Ekspektasi
Sering kali, mahasiswa merasa bahwa tugas atau ujian yang diberikan terlalu berat, sementara bagi dosen, hal tersebut adalah hal yang wajar. Perbedaan ekspektasi ini menjadi sumber masalah. Dosen berharap mahasiswa belajar lebih dalam, sedangkan mahasiswa cenderung lebih fokus pada hasil akhir daripada proses pembelajaran itu sendiri.
3. Pengembangan Karakter Mahasiswa
Dosen tidak hanya bertugas menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa. Dengan memberikan tantangan, mereka berupaya melatih ketangguhan, disiplin, dan kemampuan memecahkan masalah. Meski proses ini tidaklah mudah, tujuannya adalah membangun mahasiswa yang lebih kuat secara mental dan intelektual.
4. Keterbatasan Waktu dan Komunikasi
Dosen sering kali memiliki tanggung jawab tambahan di luar jam mengajar, seperti penelitian, pengabdian kepada masyarakat, atau tugas administratif. Ini dapat membuat mereka terlihat kurang responsif terhadap kebutuhan mahasiswa. Di sisi lain, mahasiswa yang kurang proaktif dalam berkomunikasi dapat merasa diabaikan.
5. Persepsi Negatif yang Subjektif
Setiap mahasiswa memiliki tingkat kemampuan dan minat yang berbeda. Saat seseorang menghadapi kesulitan dalam memahami materi atau menyelesaikan tugas, mereka cenderung menyalahkan dosen. Namun, tantangan tersebut mungkin justru merupakan bagian dari proses pembelajaran yang membutuhkan usaha ekstra.
6. Pendekatan Pengajaran yang Beragam
Setiap dosen memiliki gaya mengajar yang berbeda-beda. Beberapa dosen mungkin menetapkan standar tinggi dan menuntut kedisiplinan, sementara yang lain lebih santai. Dosen yang tegas sering dianggap menyulitkan, padahal mereka hanya ingin mahasiswa mencapai potensi terbaik mereka.
Bagaimana Cara Menghadapinya?
Jika Anda merasa dosen mempersulit, cobalah langkah-langkah berikut:
- Komunikasi: Jangan ragu untuk berdiskusi dengan dosen tentang kesulitan yang Anda hadapi. Biasanya, mereka bersedia membantu.
- Manajemen Waktu: Atur waktu dengan baik untuk menyelesaikan tugas dan mempelajari materi.
- Belajar Mandiri: Carilah sumber belajar tambahan untuk memahami materi dengan lebih baik.
- Bersikap Proaktif: Tanyakan hal-hal yang masih belum jelas saat kuliah atau dalam diskusi kelompok.
- Pahami Tujuan Akhir: Ingatlah bahwa setiap tantangan yang diberikan bertujuan untuk membantu Anda di masa depan.
Persepsi bahwa dosen mempersulit mahasiswa sering kali muncul dari kesalahpahaman atau perbedaan perspektif. Sebagai mahasiswa, penting untuk memandang tantangan sebagai peluang untuk belajar dan berkembang. Dengan komunikasi yang baik dan upaya maksimal, hubungan antara dosen dan mahasiswa dapat menjadi lebih harmonis, mendukung kesuksesan akademik dan profesional di masa depan.